Detail Berita

HATI-HATI! Penipuan Lowongan Kerja Hoax

Pada era teknologi informasi saat ini, informasi dapat menyebar dengan begitu cepat bahkan dalam hitungan detik. Tak terkecuali informasi lowongan pekerjaan. Melalui aplikasi medsos dalam smart phone, informasi lowongan kerja dapat tersebar melalui broadcast dari smartphone ke smartphone melalui aplikasi Whatsapp, BBM, Line, Facebook, dll. Disamping itu, semakin banyak pula website-website yang menyediakan informasi lowongan kerja. Perusahaan-perusahaan pun semakin mudah memasang iklan lowongan kerja secara free di website-webite tersebut. Perlu anda ketahui, tidak semua iklan lowongan kerja yang tersebar melalui media sosial dan internet itu benar. 

Dengan demikian, Anda harus berhati-hati, karena sangat banyak dijumpai penipuan yang mengatasnamakan lowongan kerja dari perusahaan-perusahaan besar. Sayangnya, sudah banyak yang menjadi korban penipuan dengan modus lowongan kerja tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pencari kerja perempuan dari Sanga Sanga sempat bercerita bahwa dirinya telah tertipu melalui tawaran lowongan kerja di internet (website lowongan kerja aba-abal). Penipu yang mengaku HRD sebuah perusahaan BUMN di Jakarta itu memintanya untuk mentransferkan sejumlah uang dengan dalih sebagai tiket PP  Balikpapan- Jakarta untuk keperluan wawancara. Setelah mentranfer sejumlah uang yang dimaksud, si pencari kerja tidak kunjung dipanggil sampai beberapa minggu.

Tentu kejadian serupa ini tidak terulang lagi dan agar Anda bisa menghindar menjadi korban berikutnya kenalilah ciri penipuan dengan Modus Lowongan Kerja berikut ini.

 

  1. Contact person atau nomor yang bisa dihubungi.  Umumnya nomor telepon yang disisipkan oleh perusahaan akan aktif untuk melayani anda, namun apabila anda sudah berhasil ditipu, maka nomor yang dijadikan sebagai contact person sudah tidak aktif, atau mengalihkan panggilan anda, bahkan tidak akan mengangkat telepon dan membalas SMS anda.
  2. Perusahaan penipuan umumnya selalu memakai alamat email pribadi seperti @yahoo, @gmail, atau @hotmail. Padahal seharusnya memakai email perusahaan misalnya namaanda@sosro.com dan lain-lain.
  3. Menggunakan weebly, wordpress.com, blogspot.com atau blog gratisan lainnya sebagai alamat website, contohnya mj-network.wordpress.com. Jika anda menemukan lowongan kerja dari perusahaan yang namanya terasa asing, coba cek bagian paling bawah atau atas website perusahaan yang bersangkutan, maka anda akan menemukan logo atau nama blog.
  4. Mempublikasikan foto pegawai/karyawan atau foto acara perusahaan dengan memakai foto hasil dari manipulasi komputer atau hasil mengambil dari foto perusahaan luar negeri.
  5. Menyuruh anda untuk membeli sebuah paket dengan harga yang sudah ditentukan, namun kenyataannya tidak ada paket yang ditawarkan. Seperti paket daftar kuisoner secara online memakai kode member, mesin pencari uang mudah lewat media nternet, dan lain-lain.
  6. Anda akan dipaksa untuk melakukan pembayaran produk serta diberikan gambaran tentang keuntungan yang berlipat-lipat, seperti membeli sebuah paket kuisoner seharga Rp100.000, dan anda akan diberikan kuotasebanyak 1000 responden untuk mengisi kuisoner, kemudian untuk masalah imbalannya anda akan mendapatkan Rp5000/kuisoner. Apabila anda tidaksecepatnya melakukan pembayaran maka anda akan dihapus menjadi member.
  7. Meminta Anda mentransfer sejumlah uang dengan dalih tiket pesawat pp dari daerah ke Jakarta tempat wawancara perusahaan dan biaya akomodasi selama di Jakarta atau Kota lainnya. Tidak hanya terkait lowongan kerja, permintaan untuk mentransfer uang adalah indikasi penipuan yang banyak dilakukan saat ini. Maka dari itu, abaikan saja semua bentuk permintaan transfer uang.
  8. Umumnya, pihak penipu akan memberikan waktu yang sangat singkat sekitar 7 hari. 
  9. Tidak ada nama perusahaan di browser Internet. Umumnya perusahaan yang sudah terdaftar namanya akan terdaftar bila anda akan sedang melakukan browsing.

 

Oleh karena itu Anda dituntut untuk lebih berhati-hati dalam mengirimkan lamaran berdasarkan lowongan yang tersebar melalui media sosial maupun website di internet. Ada baiknya sebelum mengirimkan lamaran,  Anda pastikan bahwa lowongan tersebut bukan hoax. Selain dengan mengenali ciri-ciri lowongan hoax, untuk memastikan kebenaran lowongan, Anda dapat melakukan konfirmasi melalui Dinas Tenaga Kerja setempat.

Semoga setelah membaca artikel ini, Anda bisa menghindari lowongan-lowongan kerja yang terindikasi penipuan.

 

Muhammad Riharja

Pengantar Kerja Ahli Pertama

 


» Berita Lain


Semua Berita »

  • Job Counseling

  • Customer Service









4060147

Pengunjung hari ini : 184 Total pengunjung : 640996 Hits hari ini : 1295 Total Hits : 4060147 Pengunjung Online : 9